Salam Rimbawan!
Virtual Forest >> Tips Khusus Google Adsense (Terbukti!)
Hutan udah mau punah nih. Nanti Otan tinggal di mana ya? :(
_____________________________________________________________________________

Lestarikan Air untuk Masa Depan

-------------------------------------------------------------------
Kompas & Aqua menyelenggarakan kompetisi dengan tema "It's About Us: Air untuk Masa Depan". Untuk info kegiatan lebih lanjut dapat dilihat melalui web MuDaers: www.mudaers.com

Lestarikan Air untuk Masa Depan
Oleh: Saiful Amin Zay *

Selayang Pandang

Lestarikan Air untuk Masa Depan merupakan judul tulisan dalam mengikuti kompetisi ini. Secara garis besar, judul tersebut saya urai dari tiga kata dasar yaitu, lestari, air dan masa depan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI) pengertian dari tiga kata dasar tersebut adalah:
  • Lestari adalah tetap seperti keadaan semula; tidak berubah; bertahan; kekal.
  • Air air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen; benda cair yang biasa terdapat di sumur, sungai, danau yang mendidih pada suhu 100 derajat Celcius.
  • Masa depan adalah waktu yang akan tiba, masa yang akan dilalui atau keadaan yang belum terjadi.
Lestarikan air untuk masa depan merupakan kalimat seruan yang substansinya agar kita melakukan kegiatan pelestarian terhadap air. Supaya air tersebut masih bisa dirasakan manfaatnya untuk hari yang akan datang.

Antara Pengetahuan, Kesadaran dan Kepedulian

Kepedulian maupun kesadaran tidak akan terwujut apabila tidak didasari oleh pengetahuan. Sejatinya manusia memiliki pengetahuan, minimal pengetahuan terhadap arti dari sebuah manfaat, dampak, resiko ataupun ancaman. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang mampu memberikan manfaat kepada makhluk hidup bahkan tidak terhingga. Baik manfaat secara langsung maupun tidak. Dan air juga bisa berdampak menimbulkan resiko ataupun musibah bagi makhluk hidup.

Tahu akan sebuah arti, tapi tidak dilandasi oleh kesadaran dan kepedulian, maka akan menjadi hal yang sia-sia. Secara nyata bisa kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini sebagian belahan bumi dilanda banjir. Mulai dari Brazil hingga Australia, dan bahkan di bumi Pertiwi sendiri.

Masih ingat tragedi di Wasior atau banjir di Ibukota DKI Jakarta beberapa tahun lalu? Bila kita analisa secara objektif, maka kita akan menemukan banyak faktor-faktor yang mengakibatkan bencana itu terjadi. Secara bijak sebagian para pemangku kepentingan di negeri ini menga-takan bahwa bencana alam tersebut merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dan ujian dari-Nya. Selebihnya masyarkat dihimbau untuk melakukan pertaubatan. Sementara mereka menutupi faktor utama penyebabnya. Eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam tidak pernah dipermasalahkan dan cendrung dipungkiri.

Dalam persolan tersebut tidak akan ada penyelesaian apabila kepentingan sekelompok individu masih menjadi dasar dalam bertindak. Terlebih pangkat dan jabatan digunakan sebagai senjata dalam menguasai kebijakan. Prilaku negatif yang telah membudaya seperti itu secara tidak langsung memberikan cerminan buruk kepada generasi muda saat ini.

Pernahkan timbul dibenak kita, mengapa es atau gletser yang berada di kutup semakin mencair, permukaan laut semakin meninggi, petani atau nelayan sudah tidak bisa melestarikan kearifan lokal dalam memperkirakan cuaca, sebagian dataran tanah mulai mengering dan retak sehingga air sulit ditemukan, atau kenapa banjir bandang itu bisa terjadi. Tentu jawabannya, ini adalah dampak dari perubahan iklim atau lebih dikenal dengan Global Warming. 

Lalu dari beberapa reaksi tersebut akan timbul pertanyaan, mungkinkah air dimuka bumi ini akan habis? atau timbul pertanyaan sebaliknya, akankah daratan dimuka bumi ini akan tenggelam oleh air?

Menurut para ahli, bahwa kondisi air di muka bumi itu adalah konstan atau jumlahnya tidak berubah dan tetap sama. Hanya saja lokasi keberadaanya berubah-ubah. Makanya tak heran apabila disebagian daerah mengalami berbagai macam musim. Terkadang kemarau, terkadang juga penghujan. Proses ini bisa diamati dalam siklus hidrologi atau sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evavorasi dan transpirasi. Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air terevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, dan hujan grimis atau kabut.

Pada tahapan dari atmosfer menuju bumi beberapa presipitasi dapat terevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tajuk tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda.
  • Evavorasi/ transpirasi - Air yang berada di laut, daratan, sungai, di dalam tanaman, kemudian akan menguap ke angkasa (atmoster) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) akan menjadi bintik-bintik air yang kemudian berubah menjadi hujan, salju, ataupun es.
  • Infiltrasi/ perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan bebatuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak dari aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah, hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan, seperti danau, sungai hingga ber-muara ke laut.

Nah, dapat disimpulkan bahwa perpindahan air dimuka bumi ini diakibatkan proses hidrologi. Dan kita (baca: manusia) juga bisa menghalangi proses hidrologi secara alami. Hal ini tentu akan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Misal, kita menebangi pepohonan secara ilegal atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mendirikan bangunan pada daerah resapan air dan melakukan kegiatan lainnya yang dapat mendorong terjadinya pemansan global sehingga siklus hidrologi secara normal akan terganggu.

Tindakan yang Harus Kita Lakukan dari Sekarang

Tahu akan sebuah arti, sadar terhadap konsekuensi yang pada akhirnya melahirkan sebuah kepedulian. Apabila tidak dilakukan secara nyata maka akan menjadi hal yang sia-sia pula.

Usaha pelestarian tidak jauh berbeda dengan sikap konservasi. Definisi konservasi antara lain:
  • Konservasi adalah menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).
  • Konservasi adalah alokasi sumber daya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
  • Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia, sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
  • Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).
Dalam melakukan usaha pelestarian ataupun konservasi, kita adalah aktornya. Jangan katakan profesor, doktor atau bahkan presiden. Tapi mari kita mengatakan aktornya adalah saya, kamu, mereka, kalian, kami dan kita!

Lalu kembali timbul pertanyaan: Mampukah saya melakukannya? Haruskah saya yang melakukannya? Atau bahkan akan timbul variabel pertanyaan yang lebih banyak lagi. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita menelusuri hikmah dari kalimat di bawah ini.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia"
"Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri merubahnya"

Tentu Anda telah mempunyai jawaban apa yang harus dilakukan. Saya hanya bisa berharap bahwa persepsi kita sama. Mari kita melakukannya mulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang berada di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama. Timbulkan niat, perbulat tekat, perkokoh komitmen, pantang menyerah dan lakukan sepenuh hati adalah kunci utamanya. Mari kita mulai dari sekarang!

_________________________________________________________________________
* Saat ini menjadi Mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan,  Universitas Nusa Bangsa, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.



-------------------- Artikel Terkait ---------------------





Share/Bookmark

19 people have left comments

Kompetisi+WEB+Kompas+MuDa+AQUA said:

Mohon dukungannya yaa ...... :)

Mobil Kelaurga Ideal Terbaik Indonesia said:

ikut mendukung sob :D

Saiful A. Zy said:

Makasih sob. Semoga kontest Toyota yang antum ikuti membawa berkah buat antum. :)

Kang Epot said:

Coba kita renungkan air yang masih ada di dalam perut bumi, apakah masih banyak atau mo habis?

kadang persaingan air pun sering terjadi kalo kita adanya di perumahan, ..... oh air kehidupan manusia :)

Saiful A. Zy said:

Siap, kang!

Hehe ...... Si Akang bisa aja nih ;)

Make Money With Adsense said:

betul banget sob kalo tidak mulai detik ini kita berpikir untuk generasi yang akan datang kapan lagi dan jangan lah hanya jadi perusak alam kalo tidak mau disalahkan oleh generasi berikutnya mari kita budayakan penghijauan di sekitar kita

Saiful A. Zy said:

Betoi nyan bang!

Mari kita berbuat dari sekarang ...... :)

Dunia Berkarya said:

betul sahabat air memang sangat penting bukan hanya untuk masa depan tetapi juga dunia dan generasi setelah kita agar bisa menikmatinya juga.

Saiful A. Zy said:

Oleh karen itu, mari kita jaga bersama-sama.

Salam Lestari!

Dewi said:

Wah ikut kontes AQUA ternyata..
Moga menang ya sob.. ;)

Sotang senang, Air terus ada, Ada terus. ^_^

Saiful A. Zy said:

Sumber air suda dekat, beta sudah bisa bantu ibu buat rebus adik ;)

Hehe .... Tq Om Dewi ;)

hie said:

Iy Iy,,, Bwat kelangsungan Hidup manusia yang baik perlu hal ini untuk Ditegakkan,,,,, hehe.... GO GO GO!!!!!!

Saiful A. Zy said:

Bukan hanya manusia, melainkan kelangsungan makhluk hidup lainnya juga harus kita perhitungkan :)

Go.. Go.. Go.. :) :)

Kompetisi web kompas muda & aqua said:

wah kita saingan nie ikut kompetisi web kompas muda mohon doa nya ya.,.,.,.

>>>!!!!

Saiful A. Zy said:

Saingan sih gak, cuma berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik aja. :)

Sukses gan!

Nova Miladyarti said:

semoga diberikan yang terbaik:D
sukses untuk lombanya:)

Saiful A. Zy said:

Hihihi ...... Amin :)

Artya said:

Kiranya bukan cuma air aja, yaa yg jadi patokan. pohon juga, hutan juga, isi hutan juga, lu liat aja acara tivi.. orang semau-mau nembakin babi, katanya sih babi tuh hama sekalian bakal hobbi, tapi mana tau pan kalo babi yg sukanya kobangan malah bikin mata aer yg udah mati bisa nongol lagi gara-gara di garuk-garuk ama moncongnya,
ada baiknya jadi patokan buat kita semua yaa.. (walaaaah aku ko' jadi so' ngajari...^_^)

jual kebun sengon said:

Mampir nich...
menarik sekali blog anda, dan saya sangat suka..
Salam....
oh ya ada sedikit info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon semoga bermanfaat...

Posting Komentar