Salam Rimbawan!
Virtual Forest >> Tips Khusus Google Adsense (Terbukti!)
Hutan udah mau punah nih. Nanti Otan tinggal di mana ya? :(
_____________________________________________________________________________

The Tears Behind Merapi

  • Posted: Selasa, November 02, 2010
  • |
  • Author: Saiful A. Zy
  • |
  • Filed under: Expression

-------------------------------------------------------------------
When Mount Merapi began to the activity again
Shake the earth, out lava, till spit volcanic ash
When it also groans heart wrenching pain
Toddlers up to old man asking for help at around

Among the ashes, corpse lay lifeless 
Farm animals and plants are no longer helpless
Tears began streaming down the cheeks of children from the country
Now they piled into one on the barrack camps

Hoping disaster was no longer shows God’s power
Familiarity disaster makes them strong
Missing family members no longer make them mourned
They just want to open a new chapter in their life

For the existing authorities in the throne
Do not overload them with your deception
It's enough that they feel pain
That's enough the tears streaming

Don’t add anymore
Don’t add anymore
Don’t add anymore
Don’t more add their burden with your devious actions

_________________________________________________________________________


Ketika Gunung Merapi mulai beraktifitas kembali
Mengguncang bumi, mengeluarkan lahar, hingga abu vulkanik ia muntahkan
Disaat itu pula rintihan kepedihan menyayat qalbu
Balita hingga tua renta meminta tolong pada sekelilingnya

Diantara abu itu, bergelimpangan mayat tak bernyawa
Hewan ternak dan tanaman tak lagi berdaya
Air mata mulai bercucuran dari pipi anak negeri
Kini mereka bertumpuk menjadi satu di barak pengungsian

Berharap benca itu tak lagi menujukkan kuasa-Nya
Keakraban bencana membuat mereka tegar
Anggota keluarga yang hilang tak lagi ditangisi
Mereka hanya ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya

Untuk penguasa yang ada di singasana
Jangan bebani mereka dengan tipu muslihatmu
Sudah cukup derita itu mereka rasakan
Sudah cukup air mata itu mengalir

Jangan tambah lagi
Jangan tambah lagi
Jangan tambah lagi
Jangan tambah lagi beban mereka dengan tindakan licikmu


-------------------- Artikel Terkait ---------------------





Share/Bookmark

2 people have left comments

Sungai dalam Laut: By Emzeth said:

sekedar peringatan dari tuhan mas..

Saiful A. Zy said:

Bahan renungan buat kita ...

Posting Komentar