Salam Rimbawan!
Virtual Forest >> Tips Khusus Google Adsense (Terbukti!)
Hutan udah mau punah nih. Nanti Otan tinggal di mana ya? :(
_____________________________________________________________________________

Selamat Tinggal ROKOK

  • Posted: Kamis, November 11, 2010
  • |
  • Author: Saiful A. Zy
  • |
  • Filed under: Expression

-------------------------------------------------------------------


Rokok bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Sebab sesuatu yang bernama rokok sudah menjadi "teman akrab" bagi setiap manusia dibelahan dunia. Terlebih di Indonesia. Jangankan orang dewasa, balita pun sudah mengenali dan bahkan menikmatinya.

Rokok juga pernah menjadi polemik tak berujung dalam penyelesaiannya. Berbagai organisasi aktivis anti rokok mengkampanyekan secara komprehensif dari bahaya rokok. Mulai dari bermacam strategi dilakukan. Baik yang sifatnya pendekatan scara persuasif maupun yang lainnya. Dan bahkan alim ulama pun melarang melalui fatwanya. Namun, dibalik semua usaha mereka tak jarang diabaikan oleh masyarakat. Meskipun ada Perda pelarangan merokok dalam kawasan tertentu dan dengan denda yang cukup besar bagi para pelanggar.

Saya pribadi, pernah menjadi golongan dari pelanggar. Meskipun ada rasa malu dan ketidakenakan dengan para perokok pasif.  Tetapi semua itu berlalu begitu saja. Ketika ada seminar atau acara tertentu yang berkaitan kepada penyadaran bahaya dari rokok, saya hanya menjadi pendengar yang memasang kuping kanan dan tak lupa membuka katup kuping kiri. Hehe .... 


Nah, kini ada hal yang membuat saya sanggup untuk berhenti dari kebiasaaan yang saya mulai semenjak kelas 3 MIN--setingkat SD.

Penyebab utama yang mampu mebuat saya berhenti merokok yang pasti bukan karena takut dengan berbagai macam jenis zat yang terkandung di dalam rokok ataupun ketika melihat gambar dari dampak bahaya dari merokok. Apalagi takut dengan orang lain.

Sesuatu yang mampu membuat saya berhentu tersebut, mungkin dibenak Anda itu hal yang sepele. Tapi tidak bagi saya. :)

Dan metode yang saya gunakan sangat gampang. Meskipun pernah gagal dalam melakukan usaha ini. Saya simpulkan, dalam usaha ini hanya ada "tiga" unsur yang mampu membuat saya bisa.

-------------------- Artikel Terkait ---------------------





Share/Bookmark

13 people have left comments

blue star said:

3 unsur itu apa?

Saiful A. Zy said:

Tujuan itu sendiri, [niat, tekat dan komitmen], serta pengaruh lingkungan--teman/sahabat--yang sebelumnya telah diberikan sugesti kepada mereka. :)
__________________________________________________
Penjelasan singkat:

# Tujuan untuk berhenti itu muncul dari kesadaran ketika telah melalui proses prenungan yang panjang.
## Niat, tekat dan komitmen adalah kuncinya. Niat tanpa tekat, sulit. Tekat tanpa niat susah. Setelah kedua hal tersebut menyatu, maka akan diperkuat dengan komitmen:)
###Pengaruh dari orang yang disekeliling kita adalah pendukung kesuksesan ini. Mereka bisa menjadi monitor atapun eksekutor apabila kita melanggar komitmen.

blue star said:

:)

ehm.. aku termasuk ngga? ;)

Saiful A. Zy said:

Mungkin saja masuk ke dalam unsur yang ke tiga. ;)

syahida said:

YAng paling pokok menurut saya adalah niat yang bulat ... pasti bisa ... sukses nda ...

akhdyo said:

ane juga perokok sob, tapi belum ada niat berhenti, berhenti merokoknya kalo lagi bokek, ya ndak rokok sama sekali, ternyata ndak merokok juga ndak apa-apa,
baca artikel ini lansung teringat ama rokok, ya jadinya langsung nyalain,
pokoknya lihat orang rokok, di dunia nyata, di film, pasti rasanya langsun pingin rokok,
candu rokok spertinya bukan hanya pada zat yang ada di dalamnya, tapi pada contoh prilaku merokok yang ada di lingkungan sekitar,

selamat menjalani hidup sehat sob! karena sudah berhenti merokok,

Saiful A. Zy said:

Hehe... Wah, jadi posting ini merangsang Anda untuk menyalakan rokok yaa... Aduhh .... ;)

Sip. Semoga aja menemukan jawaban terbaik disuatu saat nanti. :)

Ok. Godaan banyak banget ni. Tapi lumayan bisa dihadapi dibanding sebelumnya.

Belantara Indonesia said:

Aku belum bisa ninggalin gtu aja rokok ku...banyak faktornya, sering ngobrol rame sama kawan, buang hajad, habis makan..semua terasa ga enak banget jika ga ada rokok...hehehehhe..entahlah....epidemi yg masih enak buatku sekarang...entah jika nanti, karena misalnya ada anak gtu kali.....

Saiful A. Zy said:

Kebiasaan memang sulit untuk ditinggalkan. Tapi bisa saja kalau tujuan (niat), tekat dan komitmen sudah menyatu.

Semoga menemukan jalan yang terbaik. :)

Belantara Indonesia said:

Kata orang, yg utama niat ya mas bro....sulit sampai kini, entah gmn bangun niat, aku blm tahu, di takuti dgn segala macam efek burukpun tak menghasutku utk stop rokok. Entahlah mungkin annti akan juga tumbuh niat sekecil apapun ya di tindak lanjuti..

Belantara Indonesia said:

dan buat 3 R, yg ter update jadi 4R hehhehee....

http://www.belantaraindonesia.org/2010/11/go-green-hadiah-termewah-untuk-anak.html <--- maf jika pakai link mas bro..bisa kok di delete biar tak mengganggu..:D

Saiful A. Zy said:

Betul. Niat yang paling utama. Dan setelah itu baru diperkuat sama tekat dan akan diperkokoh oleh komitmen. Tentunya semua unsur itu harus melalui proses satu persatu.

Hehe. Sama. Mencoba berhenti udah sering. Sering gagal juga. Haha .... Mungkin karena niat berbeda-beda terus. Dan kalau ngeliat dampak bahaya dari gambar gak pernah ngefek, ngedengar orang ngomong tentang kesehatan di seminar apa lagi. Pembangkang soalnya. Wkwkwkwk.
Tapi pas mencoba bersahabat dengan lingkungan (alam), keyakinan untuk bisa lebih kuat. Seolah-olah ada kekuatan lain yang membantu untuk bisa.

Berkat sebuah perenungan dan pengaruh dari lingkungan, secara tidak langsung dipaksa untuk memberikan contoh. Agar generasi berikutnya tidak acuh terhadap derita objek yang kita cintai.

ND006 said:

Rokok ghal sepel tapi banyak yang dirugikan
baik diri kita maupun orang lain
kibarkan bendera bebas asap rokok

Posting Komentar